Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Sejak Dini

Mata adalah salah satu organ tubuh yang dianggap penting dan berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup manusia. Melalui mata, manusia dapat berkembang menjadi makhluk dengan keunggulannya dibandingkan makhluk hidup lain. Melalui mata yang sehat, setiap manusia menyimpan sekian banyak memori dalam perjalanan hidupnya. Hampir semua aktivitas manusia, seperti membaca, menonton film, dan belajar, membutuhkan organ mata. Mata memungkinkan kita untuk membedakan antara terang dan gelap dan melihat warna. Kegiatan apa pun dapat dilakukan jika mata sehat, kesehatan mata sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga harus dijaga dan diprioritaskan.

Di zaman ini penggunaan elektronik sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Semua produk elektronik dengan kegunaan khusus, seperti ponsel, PC, laptop, tablet, smartphone, video game, dan lain-lain disebut sebagai gadget. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ada 210,03 juta pengguna internet di dalam negeri pada periode 2021-2022. Melihat usianya, pengguna   terbanyak   adalah usia 13-18 tahun, yakni 99,16% dan usia 5-12 tahun sebesar 62,43% (Wandini dkk., 2020). Perkembangan teknologi tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, tetapi juga dikalangan anak-anak. Kemajuan teknologi yang pesat menyebabkan anak-anak yang dulunya lebih suka bermain dengan teman beralih ke video game, televisi, dan aktivitas lainnya. Oleh karena itu, keberadaan anak yang memakai kacamata pada usia dini tidak dapat disangkal. Jika penurunan ketajaman penglihatan pada anak semakin bertambah maka resiko terjadinya abrasi pada retina, glukoma, bahkan resiko kebutaan menjadi semakin meningkat. Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan gadget dalam waktu lama, posisi tubuh yang kurang baik saat menggunakan gadget dan kurangnya intensitas cahaya (Pertiwi dkk., 2018). Salah satu gejala dan indikasi peringatan kesehatan mata yang paling umum adalah kelelahan mata, yang ditandai dengan gejala iritasi mata ( Putri dkk., 2021). Jika digunakan untuk waktu yang lama ketika seorang anak masih berkembang, gadget dapat merusak penglihatan. Keadaan seperti itu dapat menyebabkan asthenopia atau kelelahan mata. Ini dapat membahayakan saraf retina jika tidak segera ditangani. Kelelahan mata adalah akibat dari penggunaan perangkat yang berlebihan. Selain itu, jika mata terkena retina berisiko, efek radiasi gadget berdampak signifikan pada saraf mata. Asthenopia biasanya dikenali dengan mata berair, merah, dan melebar karena kelelahan (Dwiana dkk., 2021).

Salah satu gangguan penglihatan yang harus diwaspadai adalah katarak. Mengingat, katarak merupakan gangguan mata yang menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dan di seluruh dunia. Banyak orang percaya bahwa katarak hanya terjadi pada orang dewasa. padahal anak-anak bahkan bayi yang baru lahir juga bisa terkena katarak. Meskipun ini adalah contoh yang tidak umum, pemahaman tentang penyebab dan gejala katarak pada bayi sangat penting agar dapat dideteksi dan diobati sesegera mungkin. Katarak adalah kelainan pada lensa mata manusia yang menghasilkan kekeruhan pada lensa mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur hingga kebutaan. Mata manusia sesungguhnya jernih dan mampu menerima cahaya, yang kemudian dipantulkan ke retina atau saraf mata. Katarak pada umumnya tumbuh lambat dan awalnya tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga tidak heran jika pasien katarak sering datang ke dokter mata saat merasakan penglihatan kabur sedang hingga berat. Katarak menghambat penglihatan dari waktu ke waktu, menyebabkan pasien mengalami pemandangan yang kabur, kesulitan membaca, dan kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari. 

Operasi refraksi yang digunakan untuk mengatasi masalah refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisme pada mata adalah Lasik (laser in situ keratomileusis). Jika dibandingkan dengan operasi bantuan laser (laser-assisted) lainnya, seperti PRK (photorefractive keratectomy), atau lebih dikenal dengan Lasek (laser-assisted sub-ephitelial keratectomy), Lasik adalah bentuk operasi yang paling sering digunakan dan popular. Jenis ini biasanya dianggap aman, sehingga menghasilkan terapi yang lebih efektif untuk bentuk gangguan penglihatan yang lebih parah. Lasik secara spesifik melibatkan penggunaan laser untuk mengubah bentuk kornea secara permanen. Lasik telah sepenuhnya menyembuhkan cacat mata dan mengurangi ketergantungan pada kacamata dan lensa kontak (Reinstein dkk., 2012).

Beberapa upaya untuk menjaga kesehatan mata antara lain penggunaan obat tetes mata, melakukan pijatan ringan di sekitar mata, punggung, atau leher, membiasakan berkedip, memperhatikan posisi duduk yang ergonomis seperti posisi komputer, pencahayaan ruangan, istirahat yang cukup, melakukan aktivitas aktivitas fisik di luar ruangan agar terkena sinar matahari, serta mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Saat mengistirahatkan mata, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik di luar agar dapat terkena sinar matahari.  Merilekskan mata juga bisa dengan memejamkannya. Kita juga harus menjaga mata kita dari dalam dengan mengonsumsi makanan sehat dan vitamin seperti sayuran dan buah-buahan. Juga disarankan agar anak-anak yang memakai kacamata dalam kehidupan sehari-hari mereka karena masalah refraksi terus memakainya ketika menatap layar monitor (Kartini dkk., 2021). Selain makan banyak buah dan sayuran serta menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan mata hal yang dapat dilakukan adalah melakukan olahraga senam mata. Dalam Journal of American Medical Association, tidak ada obat yang ada atau masa depan yang menjanjikan untuk menawarkan dan menjaga kesehatan yang lebih baik daripada kebiasaan olahraga dan pola hidup. Beberapa orang mengaku tidak punya banyak waktu luang, malas, atau tidak berolahraga karena tidak ada yang menemani. Padahal senam mata tidak membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan dan bisa dilakukan sendiri atau bersama orang lain (Devara dkk., 2019).

Menjaga kesehatan yang baik sangat penting dalam kehidupan. Tubuh yang sehat memungkinkan kita melakukan berbagai tugas dan aktivitas tanpa kesulitan. Karena memiliki tubuh yang sehat akan menghasilkan jiwa yang tentram dan suasana hati yang seimbang. Begitu juga menjaga kesehatan mata yang baik sangat penting untuk penglihatan yang jelas. Selanjutnya, perawatan dan pemeriksaan rutin diperlukan untuk menghindari gangguan mata seperti katarak, kelainan refraksi, atau glaukoma yang dapat terjadi kapan saja. Keep Healthy And Happy!


Referensi

Devara,N., Artawan, C. A., & Wahyudi, A. T. (2019). Perancangan Buku Panduan Interaktif Cara Menjaga Kesehatan Mata Melalui Olahraga Senam Mata Untuk Anak Usia 6 – 12 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna. 1(14), 1-11.

Dwiana, A., Lestari, C., & Astuty, L. (2021). Hubungan Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Mata Dengan Sikap Penggunaan Gadget yang Berlebihan di SD N 13 Engkasan Kalimantan Barat. Journal of Health. 4(1), 1-8.

Kartini, Amalia, H., Zaina, N. A., Yenny, Anggraeni, C. (2021). Penyuluhan Menjaga Kesehatan Mata Anak Selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemik COVID-19. Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera, 2(1), 9-32.

Pertiwi,M. P., Sanubari, T. P. E., & Putra, K. P. (2018). Gambaran Perilaku Penggunaan Gawai dan Kesehatan Mata pada Anak Usia 10-12 Tahun. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 3(1), 28-34.

Putri, A. K., Reynanda, S. A., & Raisa, R. R. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Kesehatan Mata di Masa Pandemi. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat. 3(2), 26-38.

Reinstein, D. Z., Archer, T.J., & Gobbe, M. (2012). The history of LASIK. Journal of Refractive Surgery. 28(4), 291-298.

Wandini, R., Novikasari, L., & Kurnia, M. (2020). Hubungan Penggunaan Gadget Terhadap Kesehatan Mata Anak di Sekolah Dasar Al Azhar I Bandar Lampung. Malahayati Nursing Journal, 2(4), 810-819.

Komentar